Seorang Siswi Diduga Mati Gantung Diri di Kecamatan Sa’dan

0
224
Nampak keluarga korban membuat surat pernyataan menolak dilakukannya otopsi terhadap jasad korban AM, Sabtu (9/2/2019) (Foto: Polsek Sa'dan)

rantepaopos.com-Toraja Utara,–  Polsek Sa’dan Polres Tana Toraja  kembali menerima laporan dari masyarakat  bahwa telah terjadi bunuh diri salah seorang perempuan dengan cara menggantung diri di Sa’dan, Sabtu (9/2/2019).

Setelah menerima laporan, personil Polsek Sa’dan Balusu Brigpol Suriadi Lolopayung bersama Brigpol Christian SG langsung menuju ke TKP tersebut. Di TKP, korban diketahui  bernama AM (17)  dan masih pelajar yang beralamat di Lembang Sangkaropi Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara.

Keterangan polisi, korban pertama kali ditemukan oleh paman korban  Babo Pabutungan  sekitar pukul 08.00 Wita pada saat akan memberikan makan ternak ayam di rumah korban,  kemudian naik ke atas rumah namun pintu rumah dan jendela tertutup selanjutnya memanggil korban untuk membuka pintu lalu mengintip melalui lubang pada dinding dan melihat korban dengan posisi berdiri namun tidak bergerak.

Selanjutnya paman korban ini memanggil saksi Adianto,  Ayub Massolo, Minggu dan Ida Pamangin karena merasa aneh dengan posisi korban di dalam rumah, selanjutnya nenek korban yakni perempuan Ida Pamangin menyampaikan kepada  Adianto untuk masuk ke dalam rumah melalui jendela samping dengan menggunakan tangga.

Adianto yang mencoba membuka  jendela  ternyata terkunci dari dalam kamar sehingga jendela tersebut dicungkil menggunakan parang. Pada saat saksi masuk kedalam rumah melihat korban tergantung dengan posisi di dekat korban terdapat kursi plastik yang disusun sebanyak 4 buah kursi dan di atasnya terdapat bantal, kemudian langsung membuka kunci pintu dan membuka pintu. 

Selanjutnya saksi Ayub Massolo, Minggu dan Adianto  menurunkan korban dengan cara memotong kabel nilon yang menggantung dari atas dan membaringkan korban di lantai. 

Personil Polsek Sa’dan Balusu saat di TKP mengambil dokumentasi, mencatat saksi-saksi, mengamankan barang bukti berupa kabel nilon warna merah putih dan juga langsung menghubungi Puskesmas Sa’dan Malimbong

“Menurut keterangan dari keluarga bahwa korban selama ini  mengalami sakit ginjal dan sering tidak masuk sekolah. Keluarga korban menerima kematian korban dengan iklas dan menolak  untuk dilakukan otopsi serta membuat surat pernyataan penolakan otopsi.,” jelas  Brigpol Suriadi (rilis Polsek Sa’dan/jerny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here