Sejumlah Nasabah Asuransi PT. Bumiputera Belum Dibayarkan Dana Klaimnya

0
143
Pither Ponda Barani, SH (kanan) mendampingi nasabah asuransi PT. Bumiputera yang belum terbayarkan dana klaim, Rabu (6/2/2019) di Kantor Cabang PT. Bumiputera Toraja Utara.

rantepaopos.com-Toraja Utara,–Sejumlah nasabah asuransi PT. Bumiputera gigit jari. Pasalnya, dana klaim mereka belum bisa terbayarkan, sementara dana klaim itu akan digunakan untuk beasiswa, inilah yang membuat mereka (nasabah) geram. 

Demikian dikatakan Pither Ponda Barani di depan awak media ketika mendampingi nasabah saat hendak mencairkan dana klaim di ruang kepala Cabang  Kantor PT Bumiputera Toraja Utara, Rabu (6/02/2019).

Dijelaskan Pither, asuransi Bumiputera ini sejak bulan Juli 2018 hingga Februari 2019 ada beberapa klaim pembayaran tidak dicairkan, atau belum sempat dibayarkan untuk tiga kabupaten yakni, Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara.

“Data yang diperlihatkan kepada kami untuk Kabupaten Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara, kurang lebih 500 polis yang melakukan klaim namun sampai sekarang belum dibayarkan. Kalau kita mau mengikuti aturan yang universal, dimana-mana klaim asuransi itu baik yang online dan manual maksimal 14 hari sudah proses dan terealisasi,” terang Pither, 

Juga disebut, sekarang ini sudah banyak klaim asuransi Bumiputera khusus di Toraja Utara yang belum terbayarkan. Kenapa ini bisa terjadi dan bagaimana solusi yang akan diberikan, sebab rata-rata asuransi anak sekolah yang tertunda.

“Sekolah tidak bisa ditunda pembayarannya, dan tadi juga banyak yang datang untuk klaim asuransinya tapi belum ada pembayaran, untuk dana klaim asuransi Bumiputera sebesar Rp7,5 miliar,” terangnya 

Terkait soal tersebut, Kepala Cabang AJB Bumiputera Cabang Toraja, Aminuddin memeberikan penjelasan. Ia mengatakan,  menurut kantor pusat bahwa akan disesuaikan dengan jadwal masuknya polis pengajuan ini. 

“Kita di sini sudah melalui prosedur, kita ajukan ke kantor wilayah dan kantor wilayah ajukan ke departemen klaim. Lalu ke departemen keuangan, disinilah yang tertunda pembayaran, karena pembayaran langsung ke rekening yang bersangkutan,” jelasnya.

Katanya, seandainya kantor cabang di sini yang tidak bayar atau kantor Tana Toraja yang tidak bayar mungkin kesalahan SOP, tapi ini terjadi di seluruh Indonesia. 

“Bukan kita yang tidak mau bayarkan, karena semua ada data-datanya di komputer,” imbuhnya

Untuk sekarang, lanjutnya, yang habis kontrak, tidak tahu persis, tapi yang termasuk berhenti ditengah jalan itu 500 polis lebih dan total pembayaran Rp.7,5

“Yang mengambil keputusan semuanya di kantor pusat, kita disini hanya mengajukan saja atau ada yang datang dengan keluhannya kita akan ajukan ke kantor pusat bagaimana solusinya, tapi sampai saat ini tidak ada juga penyelesaiannya,” kata Aminuddin.

Juga dikatakan, cuma untuk klaim pembayaran yang terlambat sampai saat ini  yaitu  pembayaran habis kontrak dengan yang berhenti di tengah jalan, karena semua prosedur yang ada di Bumiputera termasuk pengeluaran, semuanya dibayar di kantor pusat. Misalnya, ada biaya pengobatan itu di ACC dari kantor pusat dan langsung ditransfer ke rekening pegawai yang bersangkutan. (jerny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here