PEMDA TORUT SOMASI PT. WINGS SURYA TERKAIT PRODUK “TOP Coffee Toraja”

0
686
Suasana pertemuan anatara Direktorat Kemenkumham RI dengan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara membahas produk kemasan "Top Kopi Toraja" yang diproduksi oleh PT.Wings Surya, Kamis (8/11/20918) di ruang kerja bupati Toraja Utara.
rantepaopos.com-Toraja Utara- Direktorat Kementrian Hukum dan HAM RI menemukan produk kopi kemasan yang menggunakan nama “Top Kopi Toraja” yang diproduksi oleh PT. Wings Surya tanpa persetujuan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.
Terkait hal itu, pemerintah kabupaten Toraja Utara merasa pihak yang dirugikan sehingga langsung menyatakan keberatan kepada PT. Wings Surya sebagai langkah upaya pencegahan.
” Atas nama Pemerintah Kabupaten Toraja Utara kami mohon dengan sangat,  agar stakeholder terkait termasuk Direktorat Kemenkumham supaya segera memediasi dengan PT Wing Surya terkait produk Top Coffe Toraja, sebab hal ini sudah merugikan Toraja” pinta bupati.
Hal itu terungkap dalam kunjungan kerja Direktorat Kementrian Hukum dan Ham RI melalui pertemuan dengan Pemkab Toraja Utara di ruang kerja bupati, Kamis (8/11/2018).
Dalam pertemuan itu, Kemenkumham RI menyebutkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan terkait hak klaim mengenai kopi toraja yang pernah dijadikan sebagai pengambilan gambar video disalah satu film yang telah tayang di bioskop maupun TV swasta berupa iklan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, R. Natanegara Kartika P, S.E.,M. Si mengatakan,  bahwa pihaknya telah menemui pemakaian indikasi geografis oleh pihak yang tidak berwenang yakni PT. Wings Surya yang beralamat di Jalan Kalisosok Kidul No. 2 Surabaya 60261 dan telah memasarkan kopi mengatas namakan kopi toraja,  bahkan telah beredar di pasaran.
“Tentunya kopi tersebut bukan asli dari toraja, dan ini untuk kepentingan perusahaan dengan segaja menggunakan desain dan penamaan toraja,” terang R Natanegara
Direktur Penyidikan dan penyelesaian sengketa DJKI, Yurod Saleh,SH,MH (kanan) didampingi Sekretaris Dirjen Kekayaan Intelektual, R Natanegara dari Kemenkumham RI sedang memberikan penjelasan terkait produk kemasan Top Coffee Toraja.
Ditambahkan, terkait lokasi geografis suatu produk dapat dilihat dengan jelas, dan bagi daerah yang meniru atau mengklaim suatu produk yang bukan hak miliknya maka pelaku yang berlaku curang dengan cara meniru kondisi geografis akan ditindak sesuai peraturan merek.
Juga dikatakan, pemakaian indikasi geografis oleh pihak PT. Wings Surya dengan menggunakan pemakaian kata toraja pada merek kopi yang dipasarkan seolah-olah kopi tersebut berasal dari toraja yang merupakan produk indikasi geografis kopi arabika toraja.
Indikasi berikutnya pada kemasan kopi tersebut, katanya terlihat   pemakaian rumah adat toraja yang berusaha meyakinkan konsumen bahwa kopi tersebut berasal dari toraja dan pemakaian motif tradisional toraja (pa’re’po sanguba) tanpa hak pemakaian ragam tradisional toraja dengan maksud untuk melibatkan emosi konsumen bahwa kopi itu berasal dari toraja.
Kunjungan jajaran Kemenkumham ini, bupati Kalatiku menyebut sebagai berkah untuk lebih memperkuat roda pemerintahan dan kebijakan peraturan yang digalakkan oleh Pemda terkait masalah kopi toraja kedepan, apalagi saati ini Pemda Toraja Utara telah merancang pembangunan technopark kopi di Kecamatan Baruppu, Lembang Parodo, Toraja Utara.
Hadir dalam diskusi itu Kadis Pertanian Medan Sandabunga’, Kadis Pariwisata Harli Patriatno, Kabag Hukum Netty Palin, Kabag Tata Pemerintahan Mira Bangalino, Prof. Sampe Paembonan dan Ketua Pengurus Asosiasi Kopi Toraja Edi Kende’. (basry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here