Umur Baru 3 Tahun, SMAN 9 Torut Konsen Pada Kualitas Pendidikan  

0
147
Kepsek SMAN 9 Torut, Gerson Patilangi, ST
rantepaopos.com-Toraja Utara,– Meski UPT SMAN 9 Toraja Utara yang berada di Kecamatan Naggala terbilang sekolah yang sangat muda umurnya dan baru diresmikan bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan pada Tahun 2016 lalu, namun menyatakan diri akan siap senantiasa berkompetisi dengan sekolah lain yang nota bene sudah berjalan lama ketimbang dengan sekolah ini.
Pengakuan itu disampaikan oleh kepala UPT SMA Negeri 9 Gerson Patilangi,ST. Dikatakan dirinya selaku pimpinban bersama dengan guru dan staf akan bekerja tim memaksimalkan capaian-capaian kinerja dalam peningkatan kualiutas pendidikan sehingga para lulusannya nanti mampu bersaing untuk masuk di perguruan tinggi favorit.
“Kita akan berusaha bekerja maksimal bersama dengan guru dan staf untuk menghasilkan kinerja yang baik guna mencetak siswa yang bermutu dan berkualitas sesuai dengan harapan dan program pemerintah maupun masyarakat,” kata Gerson, Senin (22/10/2018).
Dalam mencapai itu kata Gerson, strategi yang digunakan diantaranya harus kreatif dalam menyusun rencana atau program kerja, mampu menyatukan persepsi dari berbagai krakter yang berbeda diantara guru dan staf kemudian kedisplinan yang dikedepankan.
Dijelaskan, sekolah yang dipimpinnya ini siswa kelas 12 sudah akan mulai mengikuti ujian akhir perdana pada tahun 2019, dan semua siswanya baik dari kelas 10, 11 dan 12 adalah jurusan IPA.
“Di sekolah kami tidak ada jurusan IPS. Kelas 10, 11 dan 12 semuanya jurusan IPA,” terang Gerson
Gerson menyadari bahwa kepercayaan yang diberikan pada dirinya sebagai pemimpin di sekolah itu, maka dia harus punya tanggungjawab penuh dalam memajukan sekolah. Untuk itu kata dia, dalam sebuah proses belajar mengar di sekolah yang dipimpinnya diibaratkan sebagai manusia. Katanya,  manusia itu tanpa urat nadi mungkin dia bisa hidup tapi hidupnya tidak stabil dan tidak sehat, demikian pula dengan pendidikan urat nadinya adalah proses belajar mengajar.
“Pendidikan dengan tidak melalui proses belajar yang efektif dan maksimal maka jangan harap pendidikan itu akan berkualitas dan dipastikan pendidikan itu akan berjalan di tempat alias statis, untuk itu dalam proses belajar mengajar perlu diramu dalam satu sistem yang efektif dan dinamis sehingga outputnya pendidikan itu bisa berkualitas,” pungkas Gerson
Diuraikan kondisi sekolahnya,  katanya jumlah siswa seluruhnya 87 orang, terdiri dari siswa kelas 10 sebanyak 43 orang (2 RKB) siswa kelas 11 sebanyak 17 orang (1 RKB) dan siswa kelas12 sebanya 27 orang (1RKB), tenaga pendidik guru PNS 4 orang, guru honor sekolah 12 orang di tambah 1 pegawai tata usaha.
Juga disebutkan sekolahnya sudah sejumlah prestasi yang telah diraihnya. Prestasi itu diantaranya, saat hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke 73 sekolahnya menjuarai pada tingkat kabupaten yaitu juara 1 lempar lembing putra, juara 1 lompat jauh putra 
juara 2 tolak peluru putra dan juara 1 perkemahan pramuka tingkat kecamatan. (jhon).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here