Ribuan Siswa SMAN 2 Rantepao Kembali Demonstrasi Terkait Keputusan Pengadilan

0
824
Suasana demonstrasi di halaman kantor Bupati Toraja Utara disambut hangat oleh Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, Senin (8/10/2018)
rantepaopos.comToraja Utara,– Ribuan siswa SMAN 2 Rantepao bersama dengan elemen masyarakat Toraja yang mengatas namakan Aliansi Masyarakat Toraja kembali berdemontrasi sebagai bentuk protes terhadap keputusan pengadilan Negeri Makale dan Pengadilan Tinggi Makassar yang memenangkan penggugat Mohammad Irfan, Hj. Fauzia, Hj. Tjeke Ali dan Hj. Heriyah Ali, Senin (8/10/2018)
Objek perkara perdata itu adalah Lapangan Gembira atau Pacuan Kuda yang di dalamnya sudah berdiri sejak lama sejumlah pasilitas pemerintah, diantaranya bangunan sekolah SMAN 2 Rantepao yang dibangun sejak tahun 1992, GOR, Puskemas, UPT Dinas Kehutanan, Dinas Pemuda Olahraga dan Telkom.
Para demonstran, mengatakan bahwa aksi yang dilakukan itu adalah aksi moral berdasarkan hati nurani, dan bukan untuk melawan hukum, namun kalau hukum itu dinilai rancu patut dipertanyakan.
Untuk itu kata mereka, kasus perkara ini sudah terproses ke MA, maka mereka berharap agar penanganan kasus hukumnya tentang perkara tersebut agar MA benar-benar melakukan penilaian hukum yang objektif, benar dan adil, karena ini adalah kepentingan masyarakat umum.
“Kami bersama Masyarakat Toraja Utara menggelar aksi damai dan aksi moral terkait keputusan Pengadilan Negeri Makale yang memenangkan penggugat atas tanah di Lapangan Gembira. Kami bukan melawan hukum, tapi keputusan tersebut patut dipertanyakan,” kata Koordinator Lapangan, Ones.
Sebelumnya, Kabag Hukum Setda Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Neti Palin menjelaskan bahwa objek yang digugugat itu adalah tanah sudah bersetifikat, yaitu sertifikat dari kementrian Pendidikan (Lokasi Bangunan SMAN 2 Rantepao), sertifikat dinas Kehutanan serta sertifikat pihak Telkom.
“Karena kita kalah di Pengadilan Negeri Makale dan Pengadilan Tinggi Makassar maka kita mengajukan kasasi ke MA,” terang Neti mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara.
Dijelaskan, penggugat mengklaim bahwa tanah Pacuan Kuda/Lapangan Gembira adalah tanah warisan dari orang tuanya yang bernama H.Ali yang dibeli dari seseorang.
“Mereka (penggugat)  hanya punya bukti-bukti antara lain foto copy pengakuan penjualan dari seseorang yang seharusnya mereka mesti memperlihatkan aslinya di depan pengadilan,” imbuh Neti.
Demonstran star dari SMAN 2 Rantepao, menuju Art Centre Rantepao, kemudian ke Kantor Bupati Toraja Utara dan selanjutnya menuju Kantor Pengadilan Negeri Makale di Tana Toraja.
Setibanya di halaman Kantor Bupati Toraja Utara, Bupati Toraja Utara, Kalatiku menyambutnya dengan penuh antusias dan mendukung aksi damai ini.
“Apa yang diperjuangkan ini kami mendukungnya secara penuh, dan kita berjuang sama-sama sampai ke pusat,” kata Kalatiku di depan demonstran. (yoel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here