Rony M Katunde: RPJMD Toraja Utara Belum Berjalan Efektif

0
269
Wakil Ketua DPRD Toraja Utara, Rony M Katunde,SE

rantepaopos.com-Toraja Utara,– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toraja Utara, Rony M Katunde, SE menilai kinerja bupati Kalatiku Paembonan dan wakil Bupati Yosia Rinto Kadang selama kepemimpimannya, ada sejumlah program tidak jalan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Toraja Utara.

Padahal, RPJMD itu adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk jangka 5 tahun yang berisi penjabaran visi, misi dan program kepala daerah dengan berpedoman pada RPJP daerah serta memperhatikan RPJM Nasional.

Hal itu disampaikan Rony di depan sejumlah awak media, Senin (30/7/2018) di ruang kerjanya.

Penilaian yang disampaikan ini, menurut Rony hanya sebuah masukan kepada bupati agar lebih konsen dalam pelaksanaan program sesuai dengan dokumen perencanaan  yang disebut RPJMD.

Sebab kalau tidak, kata Rony akan banyak program yang tidak efektif dilaksanakan sehingga RPJMD tidak tercapai selama masa periodenya memimpin  dan hasil pembangunan kurang  dirasakan masyarakat.

Rony beri contoh, semisal dana DID  sebesar Rp.34 M, katanya dana tersebut telah dipecah-pecah untuk membiayai sejumlah kegiatan sehingga kondisi ini tidak tepat. Menurutnya, dana sebesar itu lebih baik difokuskan pada pembangunan  jalan menuju  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sehingga mobilisasi pengangkutan sampah secepatnya berjalan dengan normal.

Kemudian yang sisanya, imbuh Rony difokuskan dalam pembiayaan untuk pemeliharaan jalan,  karena diamana-mana ada jalanan yang rusak dan harus diperbaiki.

Contoh lain beber Rony, jumlah OPD yang terbentuk terlalu gemuk, ini  menyebabkan terserapnya anggaran yang tidak sedikit, padahal  jumlah OPD  ini bisa dievaluasi kembali untuk efesiensi anggaran dengan menyesuaikan kondisi kebutuhan daerah.

Kerja lima hari bagi pegawai juga  tidak efektif, sebab jika sudah  jam dua suadah ada sejumlah  pegawai sudah pulang. Kerja lima hari ini juga membebani anggaran yang tidak sedikit.

Selain itu, tenaga kontrak  jumlahnya terlalu banyak, padahal  sebelumnya sudah dibentuk  tim verifikasi  tenaga kontrak agar melakukan evaluasi sesuai dengan kebutuhan. Tapi  hasil verifikasi itu tidak digunakan, sehingga jumlahnya  tetap banyak,  dan itu membebani anggaran.

Juga mengenai rencana pembangunan terminal di wilayah selatan Toraja Utara. Kata Rony kita dukung penuh, karena rencana itu sangat bagus dan akan mengurangi  kemacetan dalam kota, namun rencana itu hingga kini belum juga terealisasi.

Contoh-contoh yang disampaikan Rony ini,  katanya baru dalam jumlah tidak seberapa. Masih ada program  lainnya  yang semestinya tidak perlu dibiayai jika kita sepakat  untuk prinsif penggunaan anggaran secara efisiensi dan efektif.

“Dana APBD kita masih kecil, untuk itu dana yang kecil ini perencanaan penggunaannya harus efisien dan efektif agar kegiatan-kegiatan yang dibiayai manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kunci Rony

Terkait masukan dan pendapat Rony ini, katanya itu tidak lebih dari dirinya  sebagai unsur pimpinan DPRD Toraja Utara, yang punya kewenangan untuk fasilitasi dan  memberikan masukan atau keritikan pada pemerintah daerah, persoalan diindahkan atau dilaksanakannya  itu adalah hak prerogative bupati. (yoel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here