Pandangan Komisi LKPJ Bupati Toraja Utara Diwarnai Catatan Penting

0
226

rantepaopos.com-Toraja Utara-Rapos,– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toraja Utara gelar rapat paripurna tentang  penyampaian laporan hasil rapat komisi terhadap pembahasan LKPJ Bupati Tahun 2017 dan penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)  APBD Tahun 2017, Selasa malam(24/7/2018) di ruang paripurna DPRD Toraja Utara..

Berbagai pandangan dan pendapat yang disampaikan dalam paripurna ini dari hasil kerja-kerja komisi terhadap penyelenggaraan permrintahan dari berbagai aspek pembangunan tahun anggran 2017.

Semisal dari komisi I, dengna juru bicara Paulus Tangke menyebutkan, setelah mencermati LKPJ Bupati 2017 prioritas untuk kemajuan daerah dari sisi dunia pendidikan masih perlu dievaluasi secara entensif, diantaranya  penempatan tenaga guru belum proporsional sehingga terjadi penumpukan tenaga guru di suatu tempat, disamping itu pendekatan informasi teknologi (IT) belum baik,  oleh karena  membutuhkan tenaga basic yang menguasai tentang IT.

Selain itu, imbuh Paulus,  dari segi kesehatan 12 program sudah terlaksana dengan baik dan  laporannya  akan disampaikan kepada  Bupati untuk dicermati. Juga  memberikan rekomendasi bagi Puskesmas di pelosok agar disediakan tenaga dokter, termasuk urusan lain terkait masyarakat desa pada segi kesehatan.

“Evaluasi tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak membuat telinga merah,” pungkas Paulus yang dirahkan kepada Bupati dan wakil bupati.

Laporan komisi II yang dibacakan Dedy Rantepasang mengatakan, disektor pertanian masih harus membutuhkan pendampingan penyuluh dalam masyarakat guna mendukung pertanian, dan juga pengawasan pendistribusian alat pertanian kepada kelompok tani harus diperketat sehingga manfaatnya dirasakan oleh kelompok tani.

Katanya, Dinas Perikanan belum mampu memenuhi permintaan masyarakat, dinas perindustrian agar berfikir kreatif dan mencari solusi dalam sektor industri, dinas Pangan agar lebih intensif melakukan evaluasi makanan berformalin, minimal 2 kali dalam sebulan, pelaksaan hasil promosi tidak harus digelar lewat festival,  karena itu terjadi pemborosan anggaran, dan untuk meminimalis anggaran dapat dilakukan melalui  promosi berbasis online atau media sosial.

Komisi III yang disampikan  Alexander Rantetondok, juga memilki sejumlah catatan penting, diantaranya terkait  hasil musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) agar benar-benar dilaksanakan dengan skala  prioritassesuai kebutuhan daerah, penataan dan pengelolaan pariwisata belum maksimal, dan kondisi di jalur pariwisata masih sering menimbulkan kemacetan.

Dari 3 penyampaian atau pandangan Komisi ini, Bupati Kalatiku  mengapresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, sebab  dari tiap komisi  telah memberikan masukan yang sangat positif demi untuk kemajuan kabupaten Toraja Utara.

Bupati pun menjelaskan bahwa, pihak pemerintah daerah sudah banyak hal yang dilakukan secara signifikan terkait pandangan komisi DPRD Kapaten Toraja Utara, salah satunya pembenahan pegawai honor daerah yang dalam pengangkatannya sudah disesuaikan dengan kompetensi, sementara tenaga kesehatan juga lebih diperketat dan wajib memiliki STR (surat tanda registrasi)

Bupati tambahkan, pihak pemerintah daerah telah lakukan penataan ulang terhadap aset, dan dalam penataan itu masih menemukan kendala seperti pada  kendaraan dinas, penataan kepala sekolah sesuai kebutuhan dalam mutasi, terkait Musrenbang akan melihat job fit dalam organisasi ini serta melihat progress yang akan dilaksanakan.

Rapat paripurna ini dihadiri Wakil Bupati Yosia Rinto Kadang dan segenap jajaran OPD/SKPD lingkup Pemkab Toraja Utara. (basry/yoel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here