Prihatin, Situs Bersejarah Benteng Pahlawan Nasional Pongtiku Tidak Terawat

0
244

rantepaopos.com-Toraja Utara,–  Miris, Benteng Pertahanan Pahlawan Nasional Pongtiku yang berada di  Lembang Benteng Batu, Kecamatan Baruppu,  Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan yang merupakan situs bersejarah ini terkesan terabaikan dan tidak terurus.

Untuk itu sejumlah pengunjung yang mendatangi objek situs bersejarah ini rata-rata mengaku  prihatin melihatnya. Alasannya, karena objek tersebut adalah   benteng pertahanan Pahlawan Nasional Pongtiku, maka semestinya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah agar tidak kelihatan terlantar.

Seperti yang diutarakan oleh Trija Putra Pamian, saat mengunjungi lokasi benteng pertahanan tersebut, dia  mengaku kaget melihat kondisi sekelilingnya, sebab kelihatan tidak terurus, bahkan dikotori dengan adanya tulisan-tulisan yang tidak ada hubungannya dengan situs bersejarah itu.

“Siapa yang tidak mengenal nama Pahlawan Pongtiku, beliau menjadi kebanggaan

masyarakat Toraja dan salah satu sosok revolusioner dalam memerdekakan bangsa Indonesia pada era penjajahan. Tapi kenapa benteng pertahananya ini tidak terurus dengan baik. Ini salah satu tugas tanggungjawab pemerintah untuk melestarikannya dengan baik,” kata Trija, mengaku prihatin, Rabu (23/5/2018)

Ditambahkanb, ada kesan sejarah perjuangan beliau  (Pahlawan Nasional Pongtiku) ini  dipandang  sebelah mata, sehingga benteng pertahanannya ini dalam  kondisi  tidak terurus. Untuk itu perlu ada perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas terkait guna  mewujudkan semboyan,”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” ibuhnya.

Terkait adanya sejumlah coretan-coretan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, juga sejumlah titik terowongan yang sudah tertimbun dan ada yang longsor, Trija menilainya, itu sebagai bukti tidak adanya pengawasan,  perhatian atau pemeliharaan.

“Sangat disayangkan, ketika bangsa kita sedang semangatnya menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah para pahlawan di Indonesia, malah  penelantaran situs sejarah terjadi di Toraja,” kunci Trija, yang juga  kader Gerakan Solidaritas Mahasiswa Toraja (Gasmator) (jufri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here