Mengenang Kembali Budaya Masa Lalu, Menammu.

0
703
Nampak dalam gambar para tokoh Adat sudah mulai menikmati sajian Adat Menammu.

rantepaopos.com– Budaya adalah salah satu aset berharga yang perlu dilestarikan sebab karena Budayalah maka kita yang hidup di Zaman modern ini mash bisa mengenal sopan santun,tutur kata yang baik dan perilaku yang sopan,  kata salah seorang tokoh masyarakat di pata’padang senin 24 Agustus 2017.yang lalu.

Ritual Menammu (memanjatkan puji dan syukur pada tuhan yang maha kuasa) adalah ritual yang sering di lakukan oleh nenek moyang kita sejak dulu,  pada saat selesai masa panen dan juga   sebagai tanda syukur pada sang pencipta karena adanya  hasil panen yang baik,  maka di lakukanlah yang namanya Menanmu.

 

Suasana ketika acara menikmati sajian Menammu oleh Tokoh Tokoh Adat di Pata’padang.

Dulunya menammu itu di lakukan di bawah pohon yang di anggap keramat oleh orang orang  Toraja pada masa itu karena mereka memang masih menganut kepercayaan Animisme namun Menammu terlupakan setelah Toraja di kuasai oleh  kekeristenan, sebab menurut Kristen Ritual Menammu  adalah  berhala..

Sejak  tahun 2014 Ritual Menammu mulai kami angkat kembali lewat kombongan tokoh  masyarakat (Toparenge’) yang ada di Randa batu ungkap  Jhoni Cornelius Tondok salah satu Toparenge’ yang ada di Randan batu, beliau juga adalah Anggoto DPRD di Toraja Utara.

Ritual ini kami lakukan setiap tahun sejak tahun 2014 bergilir di Tongkon yang memegang mandat  kaparengngesan,  namun tidak lagi di lakukan di bawah pohon keramat seperti  yang di lakukan oleh nenek moyang kita yang masih Enimisme, tapi sudah di lakukan di tongkonan dengan alah Kristen lanjut Jhoni Todok.

Maksud dari di bangkitkannya kembali Ritual Menammu ini adalah untuk mengenang kembali bagaimana nenek  moyang kita begitu meng hargai karunia yang melinpah yang di berikan sang pencipta lewat panen raya, dan juga  sekaligus melestarikan budaya yang begitu sacral, oleh nenek moyang kita, kunci Jhoni Tondok..(Herlina.M)

Daging yang sudah masak mulai diatur untuk di bagikan ke setiap Tongkonan Toparenge’ yang ada di Pata’padang (Randan Batu.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here