Kekerasan Perempuan Dan Anak Di Toraja Belum Teratasi Maksimal.

0
282
Lenynda Tondok

rantepaopos.com-Makale,-Aktivis LSM Kombongan, Lenynda Tondok, menyebutkan bahwa Kabupaten Tana Toraja menuju kota layak anak, tentu sangat beralasan, sebab masih tinggi kekerasan perempuan dan anak dikawasan pariwisata Sulawesi Selatan ini.

Ironisnya, kata Lenynda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) P2TP3A sudah dilengkapi dengan kendaraan operasional dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan diperkuat dengan Perda Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak, namun kekerasan masih juga terjadi dan belum ada perubahan.

“Kesetaraan gender harusnya menjadi senjata pengampunan dan perlindungan perempuan dan anak, namun kenyataannya, sampai saat ini belum terwujud maksimal di Toraja,” ujarnya, Jumat 18 Agustus 2017.

Disebutkan, karena besarnya keprihatinan dunia International terhadap kondisi perempuan dan anak di Toraja maka LSM Kombongan Situru Toraja menggagas kemitraan Indonesia dan Australia terkait Program Kesetaraan Gender Dan Pemberdayaan Perempuan (MAMPU), demikian pula kekerasan kepada anak di Toraja juga tidak luput dari perhatian program Mampu.

Katanya, meski belum ada indikator ukuran progres program Mampu di Toraja, namun sudah beberapa kejadian diadvokasi LSM Kombongan, baik kajian akademik Perda, maupun program strategis lainnya.

Juga dikatakan, sejak mulainya jalan program Mampu dari LSM Kombongan Situru di Totaja, rutin melakukan diskusi terbuka, dengan menghadirkan insan media, karena media cukup banyak persoalan krusial diangkat kepermukaan.

“Media dinilai memiliki pemahaman dan kemampuan mensosialisasikan gender dan lebih responsif kepada masyarakat,” kunci Lenynda, memberikan alasan menggandeng media. (***/yoel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here