AIESEC In Unhas Gandeng Beberapa Perwakilan Negara AIESEC Ke Toraja Utara

0
257
Anggota AIESEC berfoto bersama dengan sejumlah pejabat Pemkab Toraja Utara, usai melakukan penelitian selama 7 hari di Toraja Utara.

 

suasana saat wakil dari peserta AIESEC memberi penjelasan pada Pemda Toraja Utara.Napak dalam gambar kepala Dinas Kominfo Kab. Torut sangat asik mengikuti penjelasan dari wakil peserta.

rantepaopos.Com-Toraja Utara,- Bumi Pongtiku Negeri di atas Awan adalah anugerah Tuhan yang tiada duanya. Sebab selain potensi pariwisata yang dimiliki dengan panorama yang indah juga cita rasa khas kopinya yang khas dan nikmat.

Kelebihan tersebut, tak heran mengundang rasa penasaran untuk ingin tahu dan merasakannya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Tondok Lepongan Bulan Tanahri Matari’ Allo.

Salah satu bukti, Kamis (27/07/2017) sejumlah perwakilan AIESEC datang ke Toraja Utara. Kedatangan itu mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara.

Tim ini diterima langsung oleh Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Ir. Simon Pongsisonda diruang kerja Bupati Toraja Utara dengan didampingi kepala Dinas Kominfo Torut dan Kadis Pariwisata Harly.

Tim ini bukan hanya datang untuk bertamsya, tapi juga punya project di Toraja Utara melalui penelitan selama 7 hari, dengan mengunjungi sejumlah destinasi pariwisata. Hasil penelitian itu, mengakui kalau di Toraja banyak hal yang berpontensi untuk dikembangkan.

“Kami telah mengunjungi beberapa destinasi wisata, diantaranya lokasi penenun di Sa’dan To’ Barana’ , perusahaan kopi Toarco Jaya dan hadir dalam kegiatan Toraja International Festival di Kete’ Kesu’, ini menarik dan sangat luar biasa,” Jelas Claudia, yang berasal dari negara Firlandia mewakili AIESEC.

Claudia, mewakili teman-temannya menjelaskan bahwa oganisasi AIESEC adalah perwakilan Duta Besar meliputi 12 negara yakni United Kingdom , Vietnam, Rusia, Hongkong, Maroko, Spain, China, Portugal, Singapura, Firlandia dan Belanda. Titik pokus dari organisasi ini adalah pengembangan kepemudaan.

Claudia memberikan masukan pada pemerintah daerah sekaligus sebagai harapan, agar Pemerintah Daerah terus mengembangkan produk lokal yang dimiliki secara profesional, terutama pada kopi Toraja dan ekonomi kreatif masyarakat.

Setelah mengamati event TIF yang dilaksanakan di Kete’ Kesu baru-baru ini, Claudia menuturkan perlu kesiapan yang lebih matang lagi terkait pengelelolaan event pada tahun mendatang.

Kesiapan yang matang itu, sebut dia, dapat dimulai dari pemesanan tiket sehingga pengunjung nyaman saat berada dilokasi itu, diperlukan tempat atau rumah tongkonan untuk para tamu yang hendak ke lokasi itu serta memperjualkan makanan khas daerah dan international.

Ditambahkan, bukan hanya di Kete’ Kesu yang bisa dijadikan pusat event TIF tapi banyak objek wisata lain yang ada di Toraja untuk dapat digunakan sebagai penyelenggaraan kegiatan tahunan, seperti objek wisata Palawa’, Bori dan objek wisata lainnya yang juga tak kalah menariknya dan strategis. (Basry)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here